Siantar, GrivMedia — Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar tengah merancang program pembinaan semi-militer untuk memperkuat kedisiplinan peserta didik dan guru di seluruh satuan pendidikan. Gagasan ini muncul dari kebutuhan menciptakan budaya tertib yang lebih kokoh di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Pematangsiantar, Hamdani Lubis, mengemukakan rencana tersebut dalam Rapat Kerja Komisi II DPRD Pematangsiantar, Kamis (11/9/2025). Sehari kemudian, Jumat (12/9), saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, ia menegaskan kepada GrivMedia bahwa tujuan utama program ini bukan untuk menghukum siswa yang dianggap nakal, melainkan untuk membangun disiplin secara menyeluruh.
“Pembinaan dan peningkatan disiplin tidak ditujukan khusus bagi siswa bermasalah, tetapi berlaku bagi seluruh peserta didik di semua satuan pendidikan. Latar belakangnya adalah upaya membentuk karakter disiplin sebagai fondasi menuju sekolah unggul,” ujar Hamdani.
Ia menjelaskan, pola kerja sama dengan TNI atau Polri masih dalam tahap kajian menyeluruh agar sesuai dengan prinsip pendidikan. Pendanaan program ini akan diusulkan melalui APBD 2026. Indikator keberhasilannya, kata Hamdani, adalah meningkatnya kedisiplinan peserta didik dan guru di setiap sekolah.
“Yang kami siapkan bukan sekadar program seremonial. Ini jalan untuk memupuk karakter, tanggung jawab, dan ketertiban sejak dini,” tutupnya.
Langkah Dinas Pendidikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi Pematangsiantar dalam menghadirkan lingkungan belajar yang tak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai kedisiplinan.
Tim GrivMedia












