Samarinda, GrivMedia — Dari balik tembok tinggi Rutan Kelas I Samarinda, semangat kemandirian dan ketahanan pangan tumbuh subur bersama tanah yang baru dibuka. Di bawah terik matahari, petugas bersama warga binaan bahu-membahu mencangkul lahan yang akan menjadi kebun harapan.
Kegiatan pembukaan lahan ini dipimpin langsung oleh Kasubsi Bimbingan Kegiatan Rutan Kelas I Samarinda, Muhammad Abduh, bersama jajaran petugas serta warga binaan pemasyarakatan (WBP). Lahan tersebut direncanakan menjadi area pengembangan berbagai komoditas pangan seperti sayur-sayuran, budidaya ayam, serta tanaman produktif bernilai ekonomi.
“Melalui program ketahanan pangan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kerja, tanggung jawab, dan kemandirian bagi warga binaan. Hasilnya diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tapi juga membuka peluang ekonomi produktif,” ujar Abduh, di sela kegiatan, Jumat (31/10/2025).
Langkah ini sejalan dengan semangat Arah Pembangunan Nasional (Astacita Presiden) dalam memperkuat ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa. Bagi Rutan Samarinda, tanah yang digarap ini bukan sekadar ladang sayur, tapi ladang pembinaan, tempat nilai kerja keras dan perubahan diri ditanam dan disiram setiap hari.
Rutan Samarinda menargetkan lahan tersebut menjadi sentra mini ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Kolaborasi antara petugas dan warga binaan diharapkan mampu menjadi model pembinaan produktif yang berdaya guna serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari balik jeruji, Rutan Samarinda sedang menanam lebih dari sekadar benih, mereka menanam harapan, kemandirian, dan rasa percaya diri untuk kembali menapaki kehidupan.
Laporan: Tim GrivMedia












