Samarinda, GrivMedia – Suara mesin jahit kembali terdengar di aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda, Senin (8/9/2025). Sebanyak 23 warga binaan resmi mengikuti pelatihan menjahit gelombang II, sebuah program pembinaan kemandirian yang dirancang untuk menyiapkan bekal hidup setelah masa pidana berakhir.
Kepala Rutan Samarinda, Heru Yuswanto, membuka kegiatan didampingi pejabat struktural dan perwakilan mitra kerja. Hadir pula Wakil Ketua IPPRISIA Provinsi Kaltim, Fitri Eka Dinanti, serta tim pengajar dari Roda Seni.
Fitri menegaskan, pelatihan menjahit bukan sekadar pengisi waktu, melainkan investasi masa depan. “Keseriusan mengikuti pelatihan ini akan membuahkan kemandirian. Ada alumni gelombang pertama yang kini membuka usaha menjahit setelah bebas, ini bukti nyata keberhasilan,” ujarnya.
Heru Yuswanto menambahkan, keterampilan yang diperoleh adalah ilmu berharga yang harus dijalani dengan tekun. “Kreativitas tidak bergantung pada fasilitas, melainkan pada semangat untuk berubah. Kami yakin keterampilan ini akan berguna kelak ketika mereka kembali ke masyarakat,” katanya.
Pelatihan menjahit ini menjadi bagian dari upaya Rutan Samarinda menghadirkan pembinaan berkelanjutan: menumbuhkan harapan, membuka peluang usaha, dan memulihkan kepercayaan diri warga binaan.
Tim GrivMedia












