Tebing Tinggi, GrivMedia — Gema takbir menggema syahdu di lapangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tebing Tinggi, Sabtu pagi, (21/3). Sejak fajar, ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama jajaran petugas larut dalam suasana religius menyambut pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ibadah berlangsung tertib dan khusyuk. Para warga binaan berdiri dalam satu saf bersama petugas, menciptakan pemandangan yang sarat makna kebersamaan di balik tembok pembatas kebebasan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Dede Mulyadi, turut hadir dan bergabung langsung bersama warga binaan. Kehadiran pimpinan di tengah jamaah menjadi simbol pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kesetaraan.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustad Rudy Syahputra Damanik menyampaikan khutbah yang mengajak jamaah merenungi hakikat kebebasan dan pentingnya kembali kepada nilai-nilai kebaikan setelah Ramadan.
Kalapas Dede mengapresiasi ketertiban dan kekhusyukan seluruh warga binaan selama pelaksanaan ibadah. Ia menegaskan, kegiatan keagamaan seperti Salat Id merupakan bagian penting dalam pembinaan mental dan spiritual.
“Kami ingin memastikan warga binaan tetap merasakan suasana hari raya, meskipun tidak berada di tengah keluarga. Ini bagian dari penguatan kepribadian dan harapan untuk perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Di balik pagar tinggi yang membatasi ruang gerak, Idul Fitri tetap menghadirkan makna yang utuh—tentang harapan, perenungan, dan kesempatan untuk memulai lembaran baru.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












