Batam, GrivMedia — Di balik pagar tinggi dan gerbang besi yang menutup rapat, Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam hari itu terasa berbeda. Udara pagi, Rabu (8/10), membawa langkah tamu penting, Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Penguatan Sumber Daya Manusia dan Transformasi Organisasi, yang datang untuk memastikan denyut pembinaan tetap selaras dengan semangat reformasi.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial. Ia menjadi bagian dari upaya memantau langsung pelaksanaan tugas dan pelayanan di lingkungan Rutan Batam, mulai dari dapur, klinik kesehatan, hingga area pembinaan kemandirian berbasis green house.
Di dapur rutan, Stafsus meninjau proses pengolahan makanan warga binaan, meneliti setiap sudut kebersihan dan memastikan standar gizi tetap terjaga. Sementara di Klinik Pratama Rutan Batam, ia tak sekadar meninjau, tetapi ikut menjalani pemeriksaan kesehatan sederhana, pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah, sebagai simbol bahwa pembinaan tak hanya untuk warga binaan, tetapi juga bagi mereka yang bekerja di dalamnya.
Kunjungan berlanjut ke green house pembinaan kemandirian, salah satu inovasi Rutan Batam yang mendukung program ketahanan pangan nasional. Di tempat itu, tumbuhan hijau tumbuh sejajar dengan harapan, menjadi ruang bagi warga binaan untuk menanam kembali makna hidup dan tanggung jawab.
Stafsus mengapresiasi berbagai langkah kreatif jajaran Rutan Batam dalam menciptakan kegiatan positif dan produktif.
“Upaya seperti ini menjadi bukti bahwa pembinaan bukan sekadar rutinitas, tapi jalan menuju perubahan yang lebih manusiawi,” ujarnya.
Kepala Rutan Kelas IIA Batam menyambut kunjungan ini sebagai suntikan semangat baru bagi seluruh pegawai, agar terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang unggul dan adaptif sesuai arah kebijakan Kementerian.
“Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berbenah dan menjaga komitmen mewujudkan SDM unggul serta organisasi yang tangguh,” katanya.
Di tengah hiruk-pikuk kota Batam yang tumbuh cepat, kunjungan itu menjadi penanda bahwa transformasi pemasyarakatan bukan hanya tentang tembok dan kunci, melainkan tentang manusia dan harapan.
Laporan: Tim GrivMedia












