Medan, GrivMedia – Barisan petugas berdiri rapi di halaman kantor wilayah. Di tengah suasana apel yang khidmat, satu pesan ditegaskan: integritas tidak bisa ditawar. Lapas Kelas I Medan bersama jajaran pemasyarakatan mengikuti apel bersama yang dirangkaikan dengan tes urine, Senin (6/4).
Kegiatan yang digelar di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat disiplin sekaligus deteksi dini penyalahgunaan narkoba di internal petugas.
Sebanyak 128 pegawai Lapas Kelas I Medan menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba. Capaian ini menjadi indikator awal bahwa pengawasan internal berjalan sebagaimana mestinya.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa tes urine bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari komitmen menjaga integritas institusi. Menurutnya, petugas pemasyarakatan harus menjadi garda terdepan dalam memastikan lingkungan kerja bebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Ini bentuk keseriusan kami menjaga profesionalitas dan memastikan seluruh jajaran tetap bersih dari narkoba,” ujarnya.
Apel bersama yang melibatkan UPT Pemasyarakatan se-Sumatera Utara itu juga menjadi ruang memperkuat sinergi antarunit. Selain aspek pengawasan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Di tengah upaya pemberantasan narkoba yang terus digencarkan, langkah preventif seperti tes urine menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan. Dari halaman apel itu, pesan sederhana disampaikan: perubahan dimulai dari dalam.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












