Pekanbaru, GrivMedia – Dari balik jeruji, karya lahir. Di bengkel kerja Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, deru mesin bor dan ketukan palu berpadu dengan semangat puluhan warga binaan. Mereka tengah merakit meja kayu dan besi, Rabu (10/9/2025), sebuah wujud nyata dari program pembinaan kemandirian.
Kepala Lapas Narkotika Rumbai, Reinhards Indra Pitoy, menyebut kegiatan ini bukan sekadar keterampilan teknis. “Melalui pelatihan seperti pembuatan meja, kami ingin menanamkan kepercayaan diri. Keterampilan ini bisa menjadi jalan hidup baru setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Proses kerja dijalankan layaknya bengkel profesional. Warga binaan memotong kayu, menyesuaikan ukuran triplek, lalu menyatukan bagian-bagian dengan bantuan mesin dan peralatan lengkap. Dalam dua hari terakhir, mereka berhasil menyelesaikan sebuah meja pesanan untuk sekretariat lapas.
Lebih dari sekadar produk, kegiatan ini memberi ruang rehabilitasi. Seorang warga binaan mengaku bangga bisa menghasilkan karya. “Awalnya saya sama sekali tidak paham. Sekarang bisa membuat meja dari awal sampai jadi. Bekal ini sangat berguna ketika nanti bebas,” katanya dengan mata berbinar.
Program ini sejalan dengan Akselerasi Pemasyarakatan yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto: menguatkan pemberdayaan warga binaan agar masa hukuman tidak sekadar menjalani, melainkan juga mempersiapkan masa depan.
Di bengkel sederhana itu, meja yang lahir bukan hanya benda fungsional. Ia adalah simbol harapan, bahwa keterampilan bisa mengubah jalan hidup, bahkan bagi mereka yang sedang menebus kesalahan.
Tim GrivMedia












